Makhluk hidup tersusun atas komponen dari yang terkecil adalah sebagai berikut :
Sel
Sel adalah satuan fungsional terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup yang pertama kali ditemukan pada tahun 1965 oleh Robert Hooke.
Jaringan
Jaringan adalah sekelompok sel yang bersatu dan mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan ini hanya dimiliki oleh makhluk hidup multiseluler.
Organ
Organ adalah kumpulan beberapa jaringan yang bekerjsama untuk melakukan tugas tertentu.
Sistem Organ
Kumpulan dari organ-organ yang bekerjasama untuk melakukan fungsi tertentu pada makhluk hidup disebut sebagai sistem organ. Sebagai contoh pada manusia yaitu sistem pencernaan terdiri dari organ mulut, kerongkongan, lambung, hati, kantong empedu, pankreas, usus halus, usus besar dan anus. Apabila salah satu organ tersebut tidak atau mengalami gangguan maka akan memperngaruhi fungsi kerja organ yang lain.
Jadi dapat disimpulkan bahwa tubuh makhluk hidup merupakan suatu organisasi kehidupan yang secara berturut-turut dan saling ketergantungan dengan diagram sbb:
METABOLISME PADA SEL
Sel hidup adalah pabrik kimia dalam miniatur, di mana ribuan reaksi dalam ruang mikroskopik. Gula bisa diubah menjadi asam amino yang saling terkait bersama menjadi protein bila dibutuhkan. Sebaliknya, saat makanan dicerna, proteinnya dibongkar menjadi asam amino yang bisa diubah menjadi gula. Pada organisme multiseluler, banyak sel yang mengekspor produk kimia yang digunakan di bagian lain organisme. Proses yang disebut respirasi sel mendorong sel untuk mengekstrak energi yang tersimpan dalam gula dan bahan bakar lainnya. Sel menerapkan energi ini untuk melakukan berbagai macam jenis pekerjaan, seperti pengangkutan zat terlarut di membran plasma.
Dalam contoh yang lebih eksotis, gelombang laut yang ditunjukkan pada gambar . Terang dari dalam oleh organisme laut bersel tunggal yang mengambang bebas yang disebut dinoflagellata.
Dinoflagellatan ini mengubah energi yang tersimpan dalam molekul organik tertentu sebuah proses yang disebut bioluminescence. Sebagian besar organisme bioluminscence ditemukan di lautan, tapi beberapa ada di darat, seperti kunag - kunang bioluminscent yang ditunjukkan di sungai. Bioluminescence dan aktivitas metabolik lainnya yang dilakukan oleh sel adalah tepatnya terkorrdinasi dan terkendali. Dalam kompleksitasnya,efisensinya, dan daya tanggapnya untuk perubahan yang tidak kentara, sel itu tidak ada bandingannya sebagai pabrik kimia. Konsepnya dari metabolissme yang kita pelajari akan membantu untuk memahami betapa pentingnya dan aliran energi selama proses kehidupan dan bagaimana arus itu diatur. Totalitas reaksi kimia organisme disebut metabolisme (dari metabole Yunani,yang berarti perubahan). Metabolisme adalah sifat hidup yang muncul dari interaksi tertib antar molekul.
Kita bisa membayangkan metabolisme sel sebagai peta jalan yang rumit dari ribuan reaksi kimia yang terjadi di dalam sel,diatur sebagai jalur metabolisme berpotongan. Sebuah jalur metabolisme dimulai dengan molekul tertentu, yang kemudian diubah dalam serangkaian langkah yang ditetapkan, menghasilkan produk tertentu. Setiap langkah jalur dikatalisis oleh enzim yang spesifik.
Metabolisme secara keseluruhan mengatur materi dan energi sumber daya sel. Beberapa jalur metabolisme melepaskan energi dengan memecah molekul kompleks menjadi senyawa sederhana. Proses degradatif ini disebut jalur katabolik , atau gangguan jalur. Jalur utama katabolisme adalah respirasi sel , dimana gula glukosa dan bahan bakar organik lainnya dipecah dengan adanya oksigen , karbon dioksida dan air. Energi yang tersimpan dalam molekul organik tersedia untuk melakukan pekerjaan dari sel , seperti pemukulan siliary atau transport membran.
Jalur anabolik sebaliknya , mengkonsumsi energi untuk dibangun molekul rumit dari yang sederhana, mereka kadang - kadang disebut jalur biosintesis. Contoh anabolisme adalah sintesis asam amino dari molekul sederhana dan sintesis protein dari asam amino.
Jalur katabolik dan anabolik adalah jalur yang 'menurun' dan 'menanjak' dari lanskap metabolik. Energi dilepaskan dari reaksi yang menurun dari jalur katabolik dapat disimpan dan kemudian digunakan untuk reaksi menanjak dari jalur anabolik.
Reaksi Eksergonik dan Reaksi Endergonik dalam Metabolisme
Berdasarkan perubahan energi bebas , reaksi kimia dapat digolongkan sebagai eksergonik (energi keluar) atau endergonik (energi kedalam). Reaksi eksergonik berlangsung diiringi pelepasan netto energi bebas.
Reaksi Endergonik adalah reaksi yang menyerap energi bebas dari lingkungannya. ATP memberikan tenaga bagi kerja sel dengan cara menggandengkan reaksi eksergonik dengan reaksi endergonik.
Sel melakukan 3 macam kerja utama yaitu :
1. Kerja Kimiawi
Pendorongan reaksi - reaksi endergonik yang tidak dapat berlangsung secara spontan, misalnya sintesis polimer dari monomer - monomer.
2. Kerja Transpor
Pemompaan zat - zat melintasi membran melawan arag pergerakan spontan.
3. Kerja Mekanis
Misalnya denyut silia , kontraksi sel otot, dan pergerakan kromosom selama reproduksi sel.
Ciri kunci dalam pengelolaan sumber daya energi oleh sel untuk melakukan kerja - kerja ini adalah penggandengan energi (energy coupling), yaitu penggunaan proses eksorgenik untuk menggerakkan proses endorgenik. ATP bertanggung jawab memerantarai sebagian besar penggandengan energi dalam sel, dan pada sebagian besar kasus ATP bertindak sebagai sumber langsung energi yang memberikan tenaga bagi kerja sel.
RESPIRASI SEL
Sel hidup membutuhkan transfuse energi dari sumber - sumber luar untuk melakukan tugas - tugasnya yang sedemikian banyak , misalnya merakit polimer, memompa zat melintasi membran, bergerak, dan bereproduksi. Energi yang tersimpan dalam molekul - molekul organik dari makanan sebenarnya berasal dari matahri. Energi mengalir ke dalam ekosistem sebagai cahaya matahari dan meninggalkan ekosistem sebagai panas. Sebaliknya, unsur - unsur kimia, yang esensial bagi kehidupan didaur ulang. Fotosintesis menghasilkan oksigen dan molekul organik yang digunakan oleh mitokondria dan eukariota sebagai bahan bakar untuk respirasi sel. Respirasi menguraikan bahan bakarini menghasilkan ATP. Produk - produk buangan dari tipe respirasi ini yaitu karbon dioksida dan air , merupakan bahan mentah bagi fotosintesis. Ada tiga jalur kunci respirasi yaitu glikolisis , siklus asam sitrat , dan fosforilasi oksidatif.
Jalur Katabolik dan Produksi ATP
Salah satu proses katabolik , yaitu fermentasi , merupakan penguraian gula sebagian yang terjadi tanpa penggunaan oksigen. Akan tetapi , jalur katabolik yang paling dominan dan efisien adalah Respirasi Aerobik yang mengonsumsi oksigen sebagai reaktan bersama dengan bahan bakar organik. Sel - sel sebagian besar organisme eukariota dan banyak organisme prokariota dapat melakukan respirasi aerobik. Beberapa prokariota menggunakan zat selain oksigen sebagai reaktan dalam suatu proses yang serupa yang memanen energu kimia tanpa menggunakan oksigen sama sekali. Proses ini disebut Respirasi Anaerobik. Secara teknis istilah respirasu sel mencakup proses aerobik dan anaerobik.
Tahap - Tahap Respirasi Sel
Respirasi sel terkadang hanya didefinisikan sebagai tahap yang mencakup siklus asam sitrat dan fosforilasi oksidatif. Akan tetapi, glikolisis juga termasuk di dalam proses respirasi sel karena sebagian besar sel yang berespirasi dan memperoleh energi dari glukosa menggunakan proses ini untuk menghasilkan bahan awal untuk siklus asam sitrat.
Dua tahap pertama pada proses respirasi sel yaitu glikolisis dan siklus asam sitrat, merupakan jalur katabolik yang menguraikan glukosa dan bahan bakar organik lain. Glikolisis yang terjadi dalam sitosol mengawali proses degradasi dengan memecah glukosa menjadi dua molekul senyawa yang disebut piruvat. Siklus asam sitrat yang berlangsung dalam matriks mitokondria sel eukariot atau di dalam sitosol prokariota menyelesaikan penguraian glukosa dengan cara mengoksidasi turunan piruvat menjadi karbon dioksida yang dihasilkan respirasu merepresentasikan fragmen - fragmen molekul organik yang teroksidasi.
Pada tahap ketiga respirasi, rantai transpor elektron dari penguraian produk pada kedua tahap sebelumnya dan mengoper elektron dari satu molekul ke molekul lain. Pada pengujung rantai, elektron dikombinasikan dengan oksigen molekular dan ion hydrogen. Energi yang digunakan pada setiap langkah rantai disimpan dalam bentuk yang digunakan oleh mitokondria untuk membuat ATP. Modr sintesis ATP ini disebut Fosforilasi Oksidatif karena memperoleh tenaga dari reaksi - reaksi dalam rantai transpor elektron.
Dalam sel eukariot, membran dalam bentuk mitokondria merupkan tempat transpor elektron dan kemiosmosis dua proses yang bersama - sama menyusun fosforilasi oksidatif. Fosforilasi oksidatif menghasilkan 90% ATP yang diproduksi oleh respirasi, ATP dalam jumlah yang lebih sedikit dibentuk secara langsung dalam sejumlah kecil reaksi pada glikolisis dan siklus asam sitrat melalui mekanisme yang disebut Fosforilasi Tingkat Substrat. Mode sintesis ATP ini terjadi ketika suatu enzim mentransfer gugus fosfat dari molekul substrat ke ADP bukan menambahkan fosfat anorganik ke ADP seperti fosforilasi oksidatif. Molekul substrat disini mengacu pada molekul organik yang dihasilkan sebagai intermediet selama katabolime glukosa.


0 comments:
Post a Comment